
Batang Hari 13/11/2025 Dalam upaya menanamkan kedisiplinan dan nilai-nilai religius, MAN 3 Batang Hari menerapkan aturan unik bagi siswa yang datang terlambat ke madrasah. Setiap siswa yang terlambat diwajibkan menyetorkan hafalan Ayat Kursi sebagai syarat atau “tiket masuk” ke lingkungan sekolah. Program ini dilaksanakan di gerbang utama madrasah setiap pagi dan mendapat sambutan positif dari para guru maupun siswa.
Kegiatan ini diawasi langsung oleh guru yang sedang bertugas piket, di antaranya Ibu Fitriani, S.Pd dan Ibu Serly Apriyani, S.Pd. Mereka dengan sabar mendengarkan hafalan para siswa yang datang setelah bel masuk berbunyi. Setelah siswa berhasil menyetorkan hafalan Ayat Kursi dengan lancar, barulah mereka diperbolehkan masuk untuk mengikuti pelajaran seperti biasa.
Menurut Ibu Fitriani, S.Pd, aturan ini bukan bertujuan menghukum, tetapi mendidik siswa agar lebih disiplin sekaligus memperkuat hafalan ayat-ayat Al-Qur’an. “Kami ingin siswa belajar menghargai waktu dan menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi piket.
Sementara itu, Ibu Serly Apriyani, S.Pd menambahkan bahwa cara ini terbukti efektif membuat siswa lebih semangat datang tepat waktu. “Selain menjadi pengingat pentingnya disiplin, kegiatan ini juga menjadi ladang pahala dan pembiasaan yang positif bagi anak-anak,” ungkapnya.
Dengan adanya program hafalan Ayat Kursi bagi siswa terlambat ini, MAN 3 Batang Hari tidak hanya menegakkan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan karakter religius dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan peserta didik. Program sederhana namun bermakna ini diharapkan dapat membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Penulis: ARS
Editor: AH
Publish: Humas MAN 3 Batang Hari
|
67x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...