
Pasar Terusan (MAN 3) - Berbagai laporan menunjukkan bahwa kasus bullying di lingkungan sekolah/madrasah semakin banyak, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Mirisnya, kasus-kasus ini sering kali tidak terdeteksi atau tidak ditangani dengan baik sehingga menyebabkan dampak jangka panjang bagi korban. Dengan kemajuan teknologi, bentuk bullying juga berkembang. Cyberbullying menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan, di mana intimidasi dan kekerasan terjadi melalui platform online, membuatnya lebih sulit untuk diawasi dan dihentikan.

Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN 3 Batang Hari Yuliana, S.Psi mengangkat isu besar ini dengan memaparkan jenis-jenis bullying, dampak perundungan, hukuman pelaku bullying, strategi untuk merespon saat terjadi tindakan kekerasan, dan langkah yang harus dilakukan saat menjadi korban pada peserta didik.
“Tujuan Yuliana yaitu; menjaga jiwa, menjaga akal, serta menjaga perkataan dan perbuatan. Melakukan bullying sama saja melakukan tindak kejahatan karena itu jangan menjadi pelaku bullying,†tutur nya.

Yuliana juga berpesan kepada peserta didik agar melakukan 5D saat melihat adanya bullying, yaitu: Ditegur, Dialihkan, Dilaporkan, Ditenangkan, dan Direkam.
“Pemilihan materi ini bertujuan membentuk lingkungan madrasah yang aman sehingga mendukung pertumbuhan akademik dan sosial peserta didik.†Tambahnya.
Humas : FRD
Editor : H. Muhamad, S.Ag
|
568x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...